Jumat, 29 November 2013

Buah hati dan tokoh idolanya



Buah hati yang beranjak ABG (Anak Baru Gede) biasanya berpandangan bahwa mempunyai tokoh idola merupakan suatu kepuasan dan kebanggan tersendiri. Mereka berpikiran bahwa idolanya merupakan sosok yang harus ditiru dan diikuti, mulai dari cara berpakaian, gaya bicara dan lain-lain. Saat itu semua berlangsung, tanpa disadari akhirnya yang terjadi pengkultusan sang tokoh idola oleh buah hati kita.
Hal ini wajar dan sah-sah saja terjadi, tapi kita sebagai orang tua jangan pernah lengah. Pantaulah terus si buah hati dan beri pengarahan tentang tokoh pujaannya tersebut.

Kesukaan pada tokoh idola misalnya pada seorang artis, bisa memicu timbulnya sebuah  fanatisme dan kecintaan yang berlebihan pada tokoh idolanya tersebut. Ini terjadi tanpa buah hati kita sadari, sang idola telah memberikan semacam sugesti pada fansnya.

Peran orang tua harus memberikan filter berupa penjelasan yang logis dan disampaikan dengan baik pada buah hati, berilah perhatian penuh pada anak dan pantau terus perkembangan kesukaan anak pada idolanya tersebut.

Karakter yang dijadikan tokoh idola buah hati.

Berikut beberapa karakter yang sering dijadikan tokoh idola oleh sang buah hati
  • Tokoh Kartun
  • Tokoh Dongeng
  • Tokoh Superhero
  • Guru
  • Orang tua


Berikut beberapa tips yang perlu dilakukan orang tua saat sang buah hati sudah tergila-gila pada tokoh idolanya.

Cari informasi tentang tokoh idola sang buah hati
Orang tua harus berperan aktif dalam mencari tahu tentang latar belakang tokoh idola sang buah hati, bagaimana sifatnya, pembawaannya, perilakunya dan lain-lain.

Bentuk karakter buah hati dari karakter baik sang idola.
Pada dasarnya, saat sang buah hati mengidolakan seseorang, itu tandanya sang buah hati sedang membentuk karakter pada dirinya. Pembentukan karakter bisa berasal dari dirinya, orang tuanya, atau lingkungan sekitarnya. Pastikan karakter yang diterima sang buah hati dari tokoh idolanya adalah karakter yang baik untuk dicontoh.

Tentukan batasan-batasan yang patut ditiru oleh sang buah hati dari tokoh idolanya.
Orang tua harus mengingatkan sang buah hati bahwa mengidolakan seseorang boleh saja, tetapi tetap ada batasnya. Buah hati harus tahu bahwa tidak semua tingkah laku tokoh idolanya harus ditiru, Orang tua harus menekankan bahwa sang buah hati harus tetap memiliki ciri yang menunjukan karakter atau pembawaan asli dari dirinya sendiri.

Sesuaikan dengan usia
Adanya perbedaan usia yang sangat jauh antara tokoh idola dengan sang buah hati harus menjadi perhatian dari orang tua. Misalkan cara berbusana ataupun cara berbicara anak dengan dewasa tentu berbeda.

Bedakan antara yang nyata dan yang tidak nyata.
Kemajuan tekhnologi yang sangat pesat mau tidak mau akan mempengaruhi buah hati. Sedapat mungkin orang tua mendampingi saat buah hati menonton tayangan dan jelaskan apa yang ada dalam tayangan tidak selalu nyata.

Tetap berpatokan pada norma agama dan masyarakat
Orang tua harus mengingatkatkan buah hatinya untuk tidak meniru perilaku tokoh idolanya yang bersifat negatif. Jelaskan padanya bahwa dalam hidup ada aturannya, baik dari segi agama maupun norma masyarakat.

Cegah buah hati menjadi fanatik
Beri pengertian kepada buah hati sebaiknya biasa-biasa saja untuk mengidolakan seseorang.

Perlu diketahui oleh setiap orang tua, bahwa pada saat buah hati mengidolakan seseorang, buah hati sedang dalam tahap ingin meniru. Yang perlu dilakukan orang tua adalah memastikan apa yang ditirunya tersebut memberi dampak positif bagi si buah hati. Tetaplah pantau dan ciptakan suasana yang kondusif di rumah agar buah hati tetap terbuka dan mau berkomunikasi dengan orang tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar