Pupuk tanaman
telah menjadi kebutuhan utama untuk tanaman. Tanpa pemberian pupuk, hasil panen
tanaman yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan atau tidak akan
maksimal. Banyaknya lahan pertanian di Indonesia membuat kebutuhan akan pupuk
tidak akan pernah hilang.
Oleh karena itu pupuk tanaman bisa menjadi peluang bisnis yang menjajikan. Bisnis pupuk tanaman berkembang sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dari tanaman.
Oleh karena itu pupuk tanaman bisa menjadi peluang bisnis yang menjajikan. Bisnis pupuk tanaman berkembang sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dari tanaman.
Jenis pupuk
tanaman terbagi menjadi dua yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk Anorganik
atau yang biasa disebut pupuk sintetis di buat di pabrik dan terbuat dari bahan
kimia sintetis, seperti NPK, urea, dan lainnya. Jenis pupuk ini bisa merusak
struktur dari tanah jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Untuk jenis
pupuk organik yang dijuala di pasaran berbentuk padat dan cair. Jenis pupuk
organik dapat dibuat sendiri di halaman
rumah karena bahan bakunya sebagian besar berasal dari lingkungan
sekitar kita.
Proses produksi
pupuk organik bisa dilakukan di seluruh Indonesia dikarenakan kondisi Negara
Indonesia yang tropis sehingga memudahkan dan mempercepat proses fermentasi.
Proses fermentasi di negara yang beriklim tropis biasa nya hanya memerlukan
waktu selama 30 hari.
Lokasi yang baik
jika ingin memulai usaha produksi pupuk organik adalah yang dekat dengan lokasi
bahan baku dan lokasi pasar, hal ini untuk mengurangi biaya transportasi. Lokasi
yang sangat cocok adalah lokasi yang dekat dengan peternakan hewan.
Untuk mengurangi bau
yang menyengat, terutama dalam pembuatan pupuk organik jenis kompos, sebaiknya
menggunakan zat peredam bau. Zat ini berupa bahan karbon yang cara kerjanya
menyerap bakteri pathogen penyebab bau yang berasal dari bahan baku pembuat
kompos yang berupa limbah.
Keuntungan yang
bisa diperoleh dalam usaha pembuatan pupuk tanaman khususnya pupuk organik bisa
mencapai 50 %. Hal ini disebabkan murahnya bahan baku untuk pembuatan pupuk
organik tersebut yang berupa limbah rumah tangga dan limbah dari peternakan..
Cara pembuatan
pupuk tanaman berupa kompos dari limbah rumah tangga
Memilah sampah
rumah tangga untuk pupuk tanaman
Pisahkan sampah
rumah tangga ke dalam 2 jenis sampah, yaitu sampah organik berupa sayur mayur,
sisa makanan dan lain-lain yang merupakan bahan baku untuk pembuatan pupuk
tanaman dan sampah anorganik yang berupa plastik, kertas dan lainnya.
Memotong sampah
organik
Cincang kecil
sampah organik tersebut dengan ukuran 1-2 cm. Masukkan potongan-potongan sampah
organik tersebut ke dalam lubang tanah yang telah dipersiapkan. Ukuran lubang
tanah sekitar 1 x 1 m, hingga lubang terisi penuh. Limbah rumah tangga umumnya
bersifat basah sehingga bisa menimbulkan bau.
Meminimalisir bau
yang ditimbulkan
Untuk mengurangi
bau yang ditimbulkan selama proses pembuatan pupuk tanaman yang berupa kompos
ini, dapat menaburkan serbuk arang yang komposisinya hanya berupa karbon karena
dapat menyerap bakteri pathogen penyebab
bau.
Usahakan adonan
kompos tersebut lembab, yaitu ketika digenggam dan diperas airnya tidak menetes
tetapi tetap tangan kita tetap basah ketika genggamnya dibuka.
Pemberian bakteri
pengurai
Taburkan 1 sendok
bakteri yang berbentuk bubuk ke dalam adonan kompos tersebut.
Kemudian tutup
Adonan kompos tersebut dengan plastik yang sudah diberi lobang-lobang kecil
untuk pori-pori yang berfungsi sebagai sirkulasi udara.
Aduk adonan
kompos tersebut setiap hari sampai kompos tersebut matang sekitar 10 hari.
Adonan kompos
telah siap digunakan untuk jadi pupuk tanaman organik. Pembuatan pupuk tanaman
organik sederhana tersebut dapat dilakukan oleh setiap rumah. Bisa dibayangkan
jika semua rumah tangga di Indonesia mau melakukannya, tidak akan ada problem
sampah yang tidak dapat dibuang di Tempat pembuangan sampah dll. Dengan adanya
kemauan untuk mengurangi sampah dan pemanasan global, kita bisa mulai
melakukannya di rumah kita, di lingkungan kita. Semoga lingkungan kita menjadi
lebih hijau lebih segar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar