Jumat, 06 Desember 2013

Membuat Pupuk Organik



Pupuk tanaman telah menjadi kebutuhan utama untuk tanaman. Tanpa pemberian pupuk, hasil panen tanaman yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan atau tidak akan maksimal. Banyaknya lahan pertanian di Indonesia membuat kebutuhan akan pupuk tidak akan pernah hilang.
Oleh karena itu pupuk tanaman bisa menjadi peluang bisnis yang menjajikan. Bisnis pupuk tanaman berkembang sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dari tanaman.

Jenis pupuk tanaman terbagi menjadi dua yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk Anorganik atau yang biasa disebut pupuk sintetis di buat di pabrik dan terbuat dari bahan kimia sintetis, seperti NPK, urea, dan lainnya. Jenis pupuk ini bisa merusak struktur dari tanah jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Untuk jenis pupuk organik yang dijuala di pasaran berbentuk padat dan cair. Jenis pupuk organik dapat dibuat sendiri di halaman  rumah karena bahan bakunya sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar kita.

Proses produksi pupuk organik bisa dilakukan di seluruh Indonesia dikarenakan kondisi Negara Indonesia yang tropis sehingga memudahkan dan mempercepat proses fermentasi. Proses fermentasi di negara yang beriklim tropis biasa nya hanya memerlukan waktu selama 30 hari.

Lokasi yang baik jika ingin memulai usaha produksi pupuk organik adalah yang dekat dengan lokasi bahan baku dan lokasi pasar, hal ini untuk mengurangi biaya transportasi. Lokasi yang sangat cocok adalah lokasi yang dekat dengan peternakan hewan.

Untuk mengurangi bau yang menyengat, terutama dalam pembuatan pupuk organik jenis kompos, sebaiknya menggunakan zat peredam bau. Zat ini berupa bahan karbon yang cara kerjanya menyerap bakteri pathogen penyebab bau yang berasal dari bahan baku pembuat kompos yang berupa limbah.

Keuntungan yang bisa diperoleh dalam usaha pembuatan pupuk tanaman khususnya pupuk organik bisa mencapai 50 %. Hal ini disebabkan murahnya bahan baku untuk pembuatan pupuk organik tersebut yang berupa limbah rumah tangga dan limbah dari peternakan.. 

Cara pembuatan pupuk tanaman berupa kompos dari limbah rumah tangga

Memilah sampah rumah tangga untuk pupuk tanaman
Pisahkan sampah rumah tangga ke dalam 2 jenis sampah, yaitu sampah organik berupa sayur mayur, sisa makanan dan lain-lain yang merupakan bahan baku untuk pembuatan pupuk tanaman dan sampah anorganik yang berupa plastik, kertas dan lainnya.

Memotong sampah organik
Cincang kecil sampah organik tersebut dengan ukuran 1-2 cm. Masukkan potongan-potongan sampah organik tersebut ke dalam lubang tanah yang telah dipersiapkan. Ukuran lubang tanah sekitar 1 x 1 m, hingga lubang terisi penuh. Limbah rumah tangga umumnya bersifat basah sehingga bisa menimbulkan bau.
Meminimalisir bau yang ditimbulkan
Untuk mengurangi bau yang ditimbulkan selama proses pembuatan pupuk tanaman yang berupa kompos ini, dapat menaburkan serbuk arang yang komposisinya hanya berupa karbon karena  dapat menyerap bakteri pathogen penyebab bau.
Usahakan adonan kompos tersebut lembab, yaitu ketika digenggam dan diperas airnya tidak menetes tetapi tetap tangan kita tetap basah ketika genggamnya dibuka.

Pemberian bakteri pengurai
Taburkan 1 sendok bakteri yang berbentuk bubuk ke dalam adonan kompos tersebut.
Kemudian tutup Adonan kompos tersebut dengan plastik yang sudah diberi lobang-lobang kecil untuk pori-pori yang berfungsi sebagai sirkulasi udara.
Aduk adonan kompos tersebut setiap hari sampai kompos tersebut matang sekitar 10 hari.

Adonan kompos telah siap digunakan untuk jadi pupuk tanaman organik. Pembuatan pupuk tanaman organik sederhana tersebut dapat dilakukan oleh setiap rumah. Bisa dibayangkan jika semua rumah tangga di Indonesia mau melakukannya, tidak akan ada problem sampah yang tidak dapat dibuang di Tempat pembuangan sampah dll. Dengan adanya kemauan untuk mengurangi sampah dan pemanasan global, kita bisa mulai melakukannya di rumah kita, di lingkungan kita. Semoga lingkungan kita menjadi lebih hijau lebih segar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar